Senin, 10 September 2012

Wanita Haid dan Orang Yang Sedang Junub, Tidak Boleh Masuk Mesjid



حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ زِيَادٍ حَدَّثَنَا الأَفْلَتُ بْنُ خَلِيفَةَ قَالَ حَدَّثَتْنِى جَسْرَةُ بِنْتُ دِجَاجَةَ قَالَتْ سَمِعْتُ عَائِشَةَ رضى الله عنها تَقُولُ جَاءَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَوُجُوهُ بُيُوتِ أَصْحَابِهِ شَارِعَةٌ فِى الْمَسْجِدِ فَقَالَ وَجِّهُوا هَذِهِ الْبُيُوتَ عَنِ الْمَسْجِدِ. ثُمَّ دَخَلَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- وَلَمْ يَصْنَعِ الْقَوْمُ شَيْئًا رَجَاءَ أَنْ تَنْزِلَ فِيهِمْ رُخْصَةٌ فَخَرَجَ إِلَيْهِمْ بَعْدُ فَقَالَ وَجِّهُوا هَذِهِ الْبُيُوتَ عَنِ الْمَسْجِدِ فَإِنِّى لاَ أُحِلُّ الْمَسْجِدَ لِحَائِضٍ وَلاَ جُنُبٍ


Aisyah ra berkata; Rasulullah Saw datang, sementara pintu-pintu rumah sahabat beliau terbuka dan berhubungan dengan masjid. Maka beliau bersabda: "Pindahkanlah pintu-pintu rumah kalian untuk tidak menghadap ke masjid!" Lalu Nabi Saw masuk ke masjid, dan para sahabat belum melakukan apa-apa dengan harapan ada wahyu turun yang memberi keringanan kepada mereka. Maka beliau keluar menemui mereka seraya bersabda: "Pindahkanlah pintu-pintu rumah kalian untuk tidak menghadap dan berhubungan dengan masjid, karena saya tidak menghalalkan masuk Masjid untuk orang yang sedang haidh dan juga orang yang sedang junub". (HR. Abu Daud : 232)


Hadits ini menghukumkan sama antara wanita yang sedang dalam keadaan haidh dan seseorang yang sedang dalam keadaan junub, keduanya tidak dihalalkan masuk masjid, hal ini tidak lain sebagai 'pemberitahuan' dari Nabi saw bahwa masjid adalah tempat yang suci dan bahkan disebut sebagai 'baitullah' (rumah Allah) dipermukaan bumi ini.


Bila ada pendapat yang 'membolehkan' wanita haidh masuk kedalam masjid dengan alasan bahwa 'darah' mereka tidak mengotori masjid karena sudah ada pembalut yang menjaganya, maka hadits ini cukup jelas bisa difahami ketika disamakan dengan seseorang yang sedang junub maka alasan utama pelarangannya lebih karena kondisi diri wanita yang saat itu sedang haidh dan bukan semata darah yang dikeluarkannya, seperti halnya seseorang yang sedang junub, maka mensucikannya harus dengan 'mandi besar'.


"YAA BANII AADAMA KHUDZUU ZIINATAKUM 'INDA KULLI MASJIDIN" (wahai anak cucu adam, pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap memasuki masjid), ayat ke-31 surat ke-7 ini merupakan 'tuntunan' dari Allah buat semua ummat manusia setiap kali hendak memasuki masjid, ini menunjukan kemulian tempat tersebut dan harus diperlakukan secara khusus, bahkan bukan hanya dalam keadaan suci bila ingin mendatangi masjid, tetapi juga harus memakai pakaian yang bagus yang dimiliki, maka bagi wanita yang sedang Haidh dan dalam keadaan junub tidak 'diperkenankan' untuk masuk kedalamnya.


Dalam shohih muslim, Ummu 'Athiyyah bercerita : "Nabi saw  memerintahkan kepada kami agar mengajak serta keluar para gadis dan wanita-wanita yang dipingit pada dua hari raya, dan beliau memerintahkan para wanita yang sedang haidl menjauh dari mushalla (tempat shalat) kaum muslimin", hadits ini semoga semakin memperkuat keyakinan bahwa bagi wanita yang sedang haidh agar menahan dirinya untuk tidak memasuki masjid dengan alasan apapun, dan demi menghormati tempat yang dimuliakan Allah.


Semoga tulisan ini bisa menjawab pertanyaan beberapa jamaah peserta pengajian hadits, dan kepada Allah kita berserah diri.


Wallahu A'lam Bisshowaab.

Dari Ustadz Syarif Matnadjih

            

copas oleh www.berdoalah.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar