Minggu, 29 Juli 2012

Sahur Barakah




Allah SWT mewajibkan puasa kepada kita sebagaimana telah mewajibkan kepada orang-orang sebelum kita dari kalangan Ahlul Kitab.


Seperti Allah SWT sampaikan:

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas. orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa". (Qs. Al Baqarah: 183)


Rasulullah Saw menyuruh makan sahur sebagai pembeda antara puasa kita dengan puasanya Ahlul Kitab.


Dari Amr bin 'Ash ra, Rasulullah Saw bersabda: "Pembeda antara puasa kita dengan puasanya ahli kitab adalah makan sahur". (HR. Muslim 1096)


Pesan Rasulullah agar kita tidak meninggalkan sahur, Beliau bersabda: "Sesungguhnya makan sahur adalah barakah yang Allah berikan kepada kalian, maka janganlah kalian tinggalkan". (HR. Nasa'i 4/145 dan Ahmad 5/270)


Kemudian beliau menjelaskan tingginya nilai sahur bagi umatnya, beliau bersabda:


"Sahur adalah makanan yang barakah, janganlah kalian tinggalkan walaupun hanya meminum seteguk air karena Allah dan Malaikat-Nya memberi. sahalawat kepada orang-orang yang sahur". (HR. Ibnu Abi Syaibah 2/8, Ahmad 3/12, 3/44 dari tiga jalan dari Abu Said Al-Khudri)


Maksudnya, barakah yang didapat dari sahur adalah karena Allah SWT akan melindungi orang-orang yang sahur dengan ampunan-Nya, memberi mereka dengan rahmat-Nya, malaikat memintakan ampunan bagi mereka dan berdoa kepada Allah untuk memaafkan mereka agar mereka termasuk orang-orang yang dibebaskan oleh Allah dari semua dosa di bulan Ramadhan. Aamiin.


Subhanallah, Maha Suci Allah yang selalu menepati janji-Nya.



Sumber : Darul Arqom





وَحَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ قَتَادَةَ وَعَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ صُهَيْبٍ عَنْ أَنَسٍ - رضى الله عنه - قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِى السُّحُورِ بَرَكَةً


Dari Anas ra, ia berkata; Rasulullah saw bersabda: "Makan sahurlah kalian, karena (makan) di waktu sahur itu mengandung barakah." (HR. Muslim : 2603)


Apapun menunya, setiap yang melaksanakan sahur maka mereka telah melaksanakan sunnah Nabi saw, dan janji beliau pada hadits ini, mereka yang makan sahur akan mendapatkan keberkahan. 


Dalam istilah agama kata berkah atau barakah mempunyai makna 'bertambahnya kebaikan' atau 'berkesinambungannya kebaikan', maka sahur adalah sesuatu yang bila dilakukan akan mendatangkan kebaikan bagi yang melakukannya.


"ASSHOOBIRIINA WASSHOODIQIINA WALQOONITIINA WAL MUNFIQIINA WAL MUSTAGHFIRIINA BIL ASHAAR" 

(orang-orang yang sabar, orang-orang yang benar, orang-orang yang ta'at, orang-orang yang bersedekah dan orang-orang yang mohon ampun diwaktu sahur) ayat ini menjadi lanjutan dari kriteria yang Allah berikan kepada calon-calon penghuni syurga yang mereka kekal didalamnya, diantaranya adalah orang-orang yang bangun diwaktu sahur dan memohon ampun kepadaNya.


Sayangnya kenyataan yang ada, banyak diantara kita yang menghabiskan waktu sahur dengan 'tontonan' yang tidak berkualitas ditelevisi, secara sadar atau tidak sadar kita telah 'membuang' waktu istimewa dengan acara yang penuh gelak tawa dan saling menghina, begitulah yang terjadi sesungguhnya, tak pelak kita menjadi 'korban' dari sebuah tipu daya dunia.


Milyaran manusia dibanyak belahan dunia saat ini juga ikut beribadah seperti yang kita lakuka, kita dan mereka sedang menunjukan ketaatan khusus tahunan, maka tak bijak bila kemudian banyak waktu yang ada terbuang dengan percuma.


Puasa boleh jadi telah sering kita lakukan, Romadhan mungkin kelewat sering kita rasakan, tapi sudahkah kita menjadi orang-orang berkualitas dalam beribadah?  Jawabannya ada pada diri kita saat ini, dan semoga Allah 'kondisikan' kita semua dalam ketaatan yang sempurna.


Selamat melaksanakan Ibadah Sahur, dan Keberkahan akan segera 'mewarnai' sisa kehidupan kita. Amiin.


Dari Ustadz Syarif Matnadjih

 

 

copas oleh www.berdoalah.com

Al Fatihah




"MEMBACA AL-FATIHAH"


Pada saat membaca surah Al-Fatihah pada waktu shalat, banyak sekali orang yang cara membacanya tergesa-gesa tanpa spasi, dan se-akan-akan ingin cepat selesai shalatnya, padahal disaat kita selesai membaca satu ayat dari surah Al-Fatihah, Allah menjawab setiap ucapan kita, maka dari itu kita HARUS berhenti sejenak setiap selesai membaca satu ayat.


Pada Sebuah Hadits Qudsi Allah SWT berfirman :

"Aku membagi shalat menjadi dua bagian, untuk Aku dan untuk hamba-Ku".

Artinya, tiga ayat diatas: Iyyaka Na'budu Wa iyyaka nasta'in adalah hak Allah, dan tiga ayat kebawahnya adalah urusan hamba-Nya.


Ketika Kita mengucapkan "Alhamdulillahi Rabbil 'alamin". Allah menjawab :"Hamba-Ku telah memuji-Ku".


Ketika kita mengucapkan "Ar-Rahmanir-Rahim"...Allah menjawab : "Hamba-Ku telah mengaagungkan-Ku".


Ketika kita mengucapkan "Maliki yaumiddin"...Allah menjawab :"Hamba-Ku memuja-Ku"


Ketika kita mengucapkan “Iyyaka na’ budu wa iyyaka nasta’in”...Allah menjawab : “Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku”.


Ketika kita mengucapkan “Ihdinash shiratal mustaqiim, Shiratalladzina an’amta alaihim ghairil maghdhubi alaihim waladdhooliin.”...Allah menjawab : “Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku..Akan Ku penuhi yang ia minta.”

(H.R. Muslim dan At-Turmudzi)


Berhentilah sejenak setelah membaca setiap satu ayat...Rasakan & resapi betul-betul jawaban indah dari Allah, satu persatu, karena Allah sesungguhnya sedang menjawab ucapan-ucapan kita...


Selanjutnya ucapkanlah "Aamiin" dengan  ucapan yang lembut, sebab malaikatpun sedang mengucapkan hal yang sama dgn kita.


"Barang siapa yang ucapan “Aamiin-nya” bersamaan dengan para malaikat, maka Allah akan memberikan ampunan kepada-Nya.”.

(H.R Bukhari, muslim, Abu Dawud)

Sumber : Motivasi dan Ispirasi , Facebook




berdoalah-berdoalah-berdoalah

Minggu, 22 Juli 2012

Doa Setelah Sholat Istisqa

Defenisi 

 

 

Istisqa’ artinya minta diturunkan hujan oleh Allah swt untuk sejumlah negeri atau hamba-hambaNya yang membutuhkannya melalui shalat, berdoa dan beristighfar ketika terjadi kemarau.



Hukumnya

 

 

Shalat Istisqa’ termasuk shalat sunnah yang sangat dianjurkan sekali (sunnah muakkadah), di mana Rasulullah saw pun telah melaksanakannya dan beliau juga memberitahukannya kepada orang-orang agar ikut serta untuk pergi ke tempat pelaksanaan shalat istisqa’.

Oleh karena itu apabila hujan sangat lama tidak turun dan tanah menjadi gersang, maka dianjurkan bagi kaum muslimin pergi ke tanah lapang untuk melaksanakan shalat istisqa’ dua rekaat di pimpin seorang iman, memperbanyak do’a dan istighfar dan memutar selendangnya yang sebelah kanan diletakkan  ke sebelah kiri. Sebagaiamana sabda Nabi saw dari Abdullah bin Zaid ia berkata

رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ خَرَجَ يَسْتَسْقِي قَالَ فَحَوَّلَ إِلَى النَّاسِ ظَهْرَهُ وَاسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ يَدْعُو ثُمَّ حَوَّلَ رِدَاءَهُ ثُمَّ صَلَّى لَنَا رَكْعَتَيْنِ جَهَرَ فِيهِمَا بِالْقِرَاءَةِ

“Saya melihat Nabi saw tatkala pergi ke tanah lapang untuk shalat istisqa’ beliau palingkan punggungnya menghadap para sahabat dan kiblat sambil berdo’a, lalu beliau palingkan selendangnya, kemudian shalat dengan kami du’a rekaat dengan suara yang keras ketika membaca ayat.”



Tata cara shalat istisqa’

 

Pergi ke tanah lapang kemudian shalat berjama’ah bersama orang-orang yang dipimpin seorang imam tanpa adzan dan iqomah akan tetapi hendaknya mengucapakan الصلاة جامعة. Kemudian shalat dua rekaat, jika imam berkenan maka ia dapat membacca takbir sebanyak tujuh kali pda rekaat pertama dan lima kali pada rekaat keduaseperti  pada shalat hari raya. Pada rekaat perama imam membaca surat al-’Ala setelah ia membaca surat Al-Fatihah dengan suara yag nyaring, sedang pada rekaat yang kedua membaca surat al-Ghasiyah. Setelah selesai shalat hendaknya imam menghadap ke arah jama’ah kemudian ia berkhutbah di hadapan mereka dengan menghimbau mereka supaya banyak bersitighfar, lalu imam berdoa yang diamini oleh jama’ah, lalu imam menghadap kiblat serta mengubah posisi selendangnya, sehingga bagian sebelah kanan berpindah ke bagian sebelah kiri, serta bagian sebelah kiri berpindah ke bagian sebelah kanan dan kemudian mengangkat tangannya, lalu orang-orangpun harus mengubah posisi selendang mereka sebagaimana yang dilakukan seorang imam. Selanjutya mereka berdoa sesaat kemudian bubar. Dan disunnahkan ketika berdo’a istisqa’ mengangkat  tangannya dengan posisi punggung tangan di atas.

Beberapa bentuk istisqa’

  1. Seorang imam shalat dua rekaat bersama makmum, waktunya kapan saja, kecuali waktu yang dilarang untuk shalat. Dengan mengeraskan bacaan, rekaat pertama membaca surat Al-’Ala dan yang kedua dengan surat Al-Ghasiyah Selesai shalat Imam berkhutbah di hadapan manusia kemudian berdo’a kepda Allah agar diturunkan hujan. Dan ini adalah cara yang paling sempurna dan lengkap.

  2. Ketika khutbah jum’at kemudian di akhir khutbah khatib berdo’a supaya diturunkan hujan, kemudian makmum mengamini do’anya. Sebagaiamana sabda Nabi saw, Dari Anas ra bahwasanya seorang laki-laki masuk masjid pada hari jum’at, sedangkan Rasulullah saw sedang berdiri berkhutbah, lalu laki-laki tadi berkata, “Wahai Rasulullah saw hartaku telah binasa, bekalku telah habis, maka berdo’alah kepada Allah agar menolong (menurunkan hujan) kepada kita, kemudian Rasulullah saw mengangkat kedua tangannya dan berdo’a,

اللَّهُمَّ أَغِثْنَا اللَّهُمَّ أَغِثْنَا اللَّهُمَّ أَغِثْنَا

  1. Hanya dengan berdo’a saja, bukan pada hari jum’at dan tidak pula melaksanakan shalat di masjid atau di tanah lapang.

  2.  

Waktu pelaksanaan istisqa’

 

Waktu pelaksanaan istisqa’ sama seperti shalat hari raya ini adalah pendapat Malikiyah, berdasarkan keterangan dari Aisyah, “Rasulullah saw pergi menunaikan shalat istisqa’ ketika tampak penghalang matahari.” Namun dalam hadits ini bukan membatasi bahwa waktu shalat istisqa’ itu hanya seperti keterangan dalam hadits, akan tetapi waktu pelaksanaan shalat istisqa’ dapat dikerjakan kapan saja, selain waktu yang dilarang untuk shalat. Karena shalat istisqa’ memiliki waktu yang panjang, namun yang lebih afdhal adalah dilaksanakan pada awal hari sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas, karena shalat istisqa’ menyerupai (hampir sama) dengan  shalat ‘ied tata cara dan tempatnya.

 

 

Hal-hal yang disunnahkan sebelum shalat istisqa’

 

Disunnahkan kepada imam untuk mengumumkan pelaksanaan shalat istisqa’ beberapa hari sebelumnya, menghimbau orang-orang supaya bertaubat dari kemaksiatan dan menjauhkan diri dari kedzaliman. Juga menganjurkan mereka supaya berpuasa, bersedekah, meninggalkan permusuhan  dan memperbanyak amal kebaikan, karena kemaksiatan itu penyebab kemarau dan tidak diturunkannya hujan, sebagaimana ketaatan menjadi penyebab kebaikan dan keberkahan sehingga Allah swt akan menurunkan hujan dari langit.

 

 

Khutbah Istisqa’

 

Para ulama’ berbeda pendapat mengenai waktu khutbah pada shalat istisqa’, Sebagian ulama’ berpendapat dan ini adalah merupakan riwayat dari Imam Ahmad, bahwasanya Imam berkhutbah sebelum shalat istisqa’.

Namun mayoritas ulama’ di antaranya adalah Malik, Syafi’I dan Muhammad bin Hasan dan ini juga riwayat dari Imam Ahmad bin Hambal dari jalur yang lain, bahwasanya khutbah istisqa’ dilaksanakan setelah shalat istisqa’  dan ini merupakan pendapat yang benar,  sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Qudamah dalm Al-Mughni berdasarkan perkataan dari Abu Hurairah di dalam hadits yang shahih,


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا يَسْتَسْقِي فَصَلَّى بِنَا رَكْعَتَيْنِ بِلَا أَذَانٍ وَلَا إِقَامَةٍ ثُمَّ خَطَبَنَا وَدَعَا اللَّهَ وَحَوَّلَ وَجْهَهُ نَحْوَ الْقِبْلَةِ رَافِعًا يَدَيْهِ ثُمَّ قَلَبَ رِدَاءَهُ فَجَعَلَ الْأَيْمَنَ عَلَى الْأَيْسَرِ وَالْأَيْسَرَ عَلَى الْأَيْمَنِ


Dari Abu Hurairah ia berkata, “Rasulullah r keluar pada waktu istisqa’ maka kemudian ia shalat bersama kami dua raka’at tanpa adzan dan iqamah kemudian berkhutbah pada kami dan berdo’a kepada Allah U dan menghadapkan wajahnya ke arah kiblat dengan mengangkat tangannya kemudian membalik selendangnya dan menjadikan selendang sebelah kanan pada pundak yang kiri dan selendang sebelah kiri diletakkan di pundak yang kanan.” (HR. Ibnu Majah) 

“Rasulullah saw shalat dua rakaat kemudian berkhutbah kepada kami.”


 

Do’a-do’a istisqa’

Di bawah ini akan kami sebutkan beberapa do’a di dalam istisqa’ yang sesuai dengan sunnah Rasulullah saw :

  1. Sebagaimana hadits yang telah lalu ketika seoang laki-laki datang ke masjid dan Rasulullah saw sedang berkhutbah, kemudian ia minta supaya Rasulullah saw berdo’a, اللهم أغثنا اللهم أغثنا اللهم أغثنا   sebanyak tiga kali.

  2. Sebagaimana sabda Nabi saw dari Ibnu Abbas

اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا مَرِيئًا طَبَقًا مَرِيعًا غَدَقًا عَاجِلًا غَيْرَ رَائِثٍ

“Ya Allah berilah kami hujan yang menolong, menyegarkan tubuh dan menyuburkan tanaman dan segera tanpa ditunda-tunda.”

  1. Dalam Shahih Bukhari disebutkan bahwasanya Nabi saw ketika dalam istisqa’ beliau membaca, اللهم اسقنا اللهم اسقنا اللهم اسقناYa Allah turunkanlah hujan kepada kami, Ya Allah turunkanlah hujan kepada kami, Ya Allah turunkanlah hujan kepada kami”. 

  2. Salah satu do’a dalam istisqa’ adalah sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari

اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالْآجَامِ وَالظِّرَابِ وَالْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

“Ya Allah turunkanlah hujan disekitar kami, bukan pada kami. Ya Allah berilah hujan ke dataran tinggi, pegunungan, anak bukit, dan lembah serta di tempat tumbuhnya pepohonan.”

  1. Dalam Sunan Abu Dawud disebutkan di antara do’a yang dibaca Nabi saw ketika istisqa’

اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا مَرِيئًا مَرِيعًا نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ عَاجِلًا غَيْرَ آجِلٍ قَالَ فَأَطْبَقَتْ عَلَيْهِمْ السَّمَاءُ

“Ya Allah berilah kami hujan yang menolong. Menyegarkan tubuh, dan menyuburkan tanaman, bermanfaat dan tidak membahayakan dengan segera tanpa ditunda-tunda.”




www.berdoalah.com


berdoalah-berdoalah-berdoalah


Shalat Tahiyatul Masjid


Dari Abu Qatadah, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:


إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِسَ


“Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah dia shalat dua rakaat sebelum dia duduk.” (HR. Al-Bukhari no. 537 dan Muslim no. 714)


Dari Jabir bin Abdullah -radhiallahu anhu- dia berkata:


جَاءَ سُلَيْكٌ الْغَطَفَانِيُّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ, فَجَلَسَ. فَقَالَ لَهُ: يَا سُلَيْكُ قُمْ فَارْكَعْ رَكْعَتَيْنِ وَتَجَوَّزْ فِيهِمَا! ثُمَّ قَالَ: إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ وَلْيَتَجَوَّزْ فِيهِمَا

 

“Sulaik Al-Ghathafani datang pada hari Jum’at, sementara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang berkhutbah, dia pun duduk. Maka beliau pun bertanya padanya, “Wahai Sulaik, bangun dan shalatlah dua raka’at, kerjakanlah dengan ringan.” Kemudian beliau bersabda, “Jika salah seorang dari kalian datang pada hari Jum’at, sedangkan imam sedang berkhutbah, maka hendaklah dia shalat dua raka’at, dan hendaknya dia mengerjakannya dengan ringan.”

 (HR. Al-Bukhari no. 49 dan Muslim no. 875)


Penjelasan ringkas:

 

 

Berikut beberapa masalah berkenaan dengan shalat tahiyatul masjid secara ringkas:

1.    Para ulama bersepakat akan disyariatkannya shalat 2 rakaat bagi siapa saja yang masuk masjid dan mau duduk di dalamnya. Hanya saja mereka berbeda pendapat mengenai hukumnya: Mayoritas ulama berpendapat sunnahnya dan sebagian lainnya berpendapat wajibnya. Yang jelas tidak sepatutnya seorang muslim meninggalkan syariat ini.

2.    Syariat ini berlaku untuk siapa saja, lelaki dan wanita. Hanya saja para ulama mengecualikan darinya khatib jumat, dimana tidak ada satupun dalil yang menunjukkan bahwa Nabi -alaihishshalatu wassalam- shalat tahiyatul masjid sebelum khutbah. Akan tetapi beliau datang dan langsung naik ke mimbar. (Al-Majmu’: 4/448)

3.    Syariat ini berlaku untuk semua masjid, termasuk masjidil haram. Sehingga orang yang masuk masjidil haram tetap disyariatkan baginya untuk melakukan tahiyatul masjid jika dia ingin duduk. Adapun hadits yang masyhur di lisan manusia, “Tahiyat bagi Al-Bait (Ka’bah) adalah tawaf,” maka tidak ada asalnya. (Lihat Adh-Dhaifah no. 1012 karya Al-Albani -rahimahullah-)

4.    Yang dimaksud dengan tahiyatul masjid adalah shalat dua rakaat sebelum duduk di dalam masjid. Karenanya maksud ini sudah tercapai dengan shalat apa saja yang dikerjakan sebelum duduk. Karenanya, shalat sunnah wudhu, shalat sunnah rawatib, bahkan shalat wajib, semuanya merupakan tahiyatul masjid jika dikerjakan sebelum duduk.

Karenanya suatu hal yang keliru jika tahiyatul masjid diniatkan tersendiri, karena pada hakikatnya tidak ada dalam hadits ada shalat yang namanya ‘tahiyatul masjid’, akan tetapi ini hanyalah penamaan ulama untuk shalat 2 rakaat sebelum duduk. Karenanya jika seorang masuk masjid setelah azan lalu shalat qabliah atau sunnah wudhu, maka itulah tahiyatul masjid baginya.

5.    Tahiyatul masjid disyariatkan pada setiap waktu seseorang itu masuk masjid dan ingin duduk di dalamnya. Termasuk di dalamnya waktu-waktu yang terlarang untuk shalat, menurut pendapat yang paling kuat di kalangan ulama. Ini adalah pendapat Imam Asy-Syafi’i dan selainnya, dan yang dikuatkan oleh Ibnu Taimiah, Asy-Syaikh Ibnu Baz, dan Ibnu Al-Utsaimin -rahimahumullah-.

6.    Orang yang duduk sebelum mengerjakan tahiyatul masjid ada dua keadaan:

a.    Sengaja tidak tahiyatul masjid. Maka yang seperti ini tidak disyariatkan baginya untuk berdiri kembali guna mengerjakan tahiyatul masjid, hal itu karena waktu pengerjaannya telah lewat.

b.    Dia lupa atau belum tahu ada shalat tahiyatul masjid. Maka yang seperti ini disyariatkan bagi dia untuk segera berdiri dan shalat tahiyatul masjid, berdasarkan kisah Sulaik pada hadits Jabir di atas. Akan tetapi ini dengan catatan, selang waktu antara duduk dan shalatnya (setelah ingat/tahu) tidak terlalu lama. (Fathul Bari: 2/408)

7.    Jika seorang masuk masjid ketika azan dikumandangkan maka:

a.    Jika hari itu adalah hari jumat dan imam sudah di atas mimbar, hendaknya dia shalat tahiyatul masjid dan tidak menunggu sampai muazzin selesai. Hal itu karena mendengar khutbah adalah wajib. Hanya saja hendaknya dia memperpendek shalatnya, sebagaimana yang tersebut dalam hadits Jabir di atas.

b.    Jika selain dari itu maka hendaknya dia menjawab azan terlebih dahulu baru kemudian shalat tahiyatul masjid, agar dia bisa mendapatkan kedua keutamaan tersebut.

Wallahu a’lam bishshawab

 

 

www.berdoalah.com

SHALAT SUNNAH WUDHU


Shalat sunat wudhu atau yang disebut juga dengan shalat syukrul wudhu adalah shalat yang dikerjakan setelah berwudhu. 

Tata cara pelaksanannya adalah:

a.   Sehabis berwudhu kita disunahkan membaca doa:


Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wahdauu laa syarika lahu wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu. Allahummaj’alnii minat-tawwaabiina waj’alnii minal mutathahiriina waj’alnii min ‘ibaadikash-shaalihiin.

Artinya: “Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku orang yang ahli taubat, dan jadikanlah aku orang yang suci dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang saleh.”


b.  Selesai membaca doa tersebut, lalu melaksanakan shalat sunah wudhu 2 rakaat.

Niatnya:
Ushallii
sunnatal-wudhuu’I rak’ ataini lillaahi ta’aalaa.

Artinya: ”Aku niat shalat sunah wudhu 2 rakaat karena Allah.”


c.     Shalat ini dikerjakan 2 rakaat sebagaimana shalat yang lain dengan ikhlas sampai salam.


d.    Keutamaan Shalat Syukrul Wudhu


“Rasulullah berkata kepada Bilal: Ceritakanlah kepadaku amal apa yang amat engkau harapkan dalam Islam, sebab aku mendengar suara kedua sandalmu di surga? Bilal menjawab: Tidak ada amal ibadah yang paling kuharapkan selain setiap aku berwudhu baik siang atau malam aku selalu shalat setelahnya sebanyak yang aku suka” . (HR  Bukhari)

Doa Setelah Sholat Istikharah


Dalam kehidupan ini kita sering dihadapkan pada beragam pilihan. Ada pilihan yang dengan mudah kita putuskan, namun tak jarang kita kesulitan dalam menentukan pilihan yang akan kita ambil. Jika sudah demikian, alangkah baiknya jika kita melaksanakan sholat istikharah.

Sholat istikharah adalah sholat sunat yang dilakukan untuk memohon pertologan Allah dalam menentukan suatu keputusan. 

Sholat istikharah sangat dianjurkan oleh Rasulullah Muhammad saw jika kita menghadapi dilemma dalam mengambil keputusan. 

Dengan sholat istikharah, diharapkan keputusan yang kita ambil mendapat ridho dari Allah SWT.

Sholat istikharah dapat dilakukan setiap saat, tanpa ada batasan waktu. 

Sholat istikharah dikejakan sebanyak 2 rakaat, dengan cara seperti kita melakukan sholat-sholat yang lain.

Setelah selesai melakukan sholat istikharah, dilanjutkan dengan membaca sholawat kepada Rasulullah Muhammad saw. 

Setelah itu, berdoa dengan doa berikut ini:

 

اللَّهُمَّ إِنيِّ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ اْلعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ, وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ, وَأَنْتَ عَلاَّمُ اْلغُيُوْبِ. اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ -وَيُسَمِّي حَاجَتَهُ- خَيْرٌ لِي فيِ دِيْنيِ وَمَعَاشيِ وَعَاقِبَةِ أَمْرِي، عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ فَاقْدُرْهُ ليِ وَيَسِّرْهُ ليِ، ثُمَّ بَارِكْ ليِ فِيْهِ. وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ ليِ فيِ دِيْنيِ وَمَعَاشيِ وَعَاقِبَةِ أَمْرِي، عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ فَاصْرِفْهُ عَنيِّ وَاصْرِفْنيِ عَنْهُ، وَاقْدُرْ لِيَ اْلخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنيِ بِهِ


“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu pengetahuan-Mu dan aku mohon kekuasaan-Mu (untuk mengatasi persoalanku) dengan kemahakuasaan-Mu. 

Aku mohon kepada-Mu sesuatu dari anugerah-Mu Yang Maha-agung, sesungguhnya Engkau Mahakuasa sedang aku tidak kuasa. 

Engkau mengetahui sedang aku tidak mengetahui dan Engkau adalah Maha Mengetahui hal yang ghaib. 

Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (di sini, orang yang mempunyai hajat hendaknya menyebutkan persoalannya) adalah baik untuk agamaku, kehidupanku, dan akibatnya terhadap diriku, di dunia atau akhirat, maka taqdirkanlah untukku, mudahkan jalannya, kemudian berilah berkah. 

Akan tetapi apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini berbahaya bagiku dalam agama, kehidupanku dan akibatnya terhadap diriku, maka jauhkanlah persoalan tersebut dariku dan jauhkanlah aku darinya, taqdirkan kebaikan untukku di mana pun ia berada, kemudian berilah kerelaan-Mu kepadaku” 

(HR. al-Bukhari)

 

Sholat istikharah dapat dilakukan berulang-ulang, hingga hati kita merasa mantap untuk mengambil keputusan.

 

 

copas oleh 

www.berdoalah.com


berdoalah-berdoalah-berdoalah

DOA SETELAH SHALAT TAHAJUD

SHALAT TAHAJUD :

Apakah Harus Tidur Dahulu?

Hukum shalat malam adalah sunah muakkad, yaitu mendekati wajib tetapi tidak wajib. 

Dengan kata lain, shalat malam sangat dianjurkan, itulah sebabnya para orang saleh terdahulu menjadikan shalat malam sebagai kebiasaan.

Hal ini dijelaskan dalam firman Allah swt,

”Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji”. (QS. Al Israa 79)

Waktu shalat malam adalah setelah shalat ‘isya s.d sebelum shalat shubuh.

Jadi, semua shalat yg dilakukan setelah 'isya (di luar shalat sunat rawatib 2 raka'at setelah 'isya) sampai masuknya waktu shubuh, disebut dengan shalat malam.

Lalu, bagaimana dengan tahajjud? Apakah bedanya dengan shalat malam?

Ibnu Faris berkata, “Adapun orang yang ber-tahajud (اَلْمُتَهَجِّدُ) adalah orang yang shalat di waktu malam”. (Lihat Fathul Bari, 3:5)

Jadi shalat malam dan tahajjud adalah hal yang sama. Hanya beda istilah saja.

Banyak orang yang beranggapan bahwa untuk tahajjud, kita harus tidur terlebih dahulu. 

Anggapan ini kurang tepat karena tidur bukanlah 'keharusan' atau 'syarat sah'nya tahajjud.

 

Rasulullah saw bersabda:

“Apabila kamu mengantuk ketika shalat, maka tidurlah terlebih dahulu sampai hilang rasa kantukmu. Karena bila kamu mengantuk dalam shalat, mungkin suatu ketika kamu bermaksud memohon ampunan kepada Allah, tetapi ternyata kamu justru memaki-maki diri kamu sendiri". [HR. Bukhari 205, Muslim 1309]

Tidur terlebih dahulu adalah anjuran, bukan keharusan, karena waktu utama tahajjud adalah 1/3 terakhir malam agar kita tidak mengantuk dan kepayahan.

Namun, semampu kita, tidur ataupun tidak tidur terlebih dahulu, shalat malam adalah ibadah yang sangat baik karena banyak sekali keutamaannya.

Semoga Allah memudahkan kita mengamalkannya.

(DARUL ARQOM-Bandung)

Adapun bacaan doa setelah shalat tahajud tidak ada yang dicontohkan oleh Nabi Saw, jadi doanya bebas saja.

Dan disini dicopas doa setelah tahajud yang bisa dibaca dan biasa dibaca yang tercantum di berbagai buku doa. Doanya adalah sebagai berikut :

Astaghfirullahal azhiimal ladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilayhi.

Allahumma anta rabbi laa ilaahailla anta,

khalaqtanii wa anaa abduka wa anaa alaa ahdika wa wa'dika mastatha'tu

a'uudzubika min syarri maa shana'tu abbuu'u laka bini'matika alayya wa abuu'u bidzanbi,

FAGHFIRLII fa innahu laa yaghfirudz dzunuba ilaa anta.

Rabbanaa aatinaa fiddunya hasanatan wa fil akhirati khasanatan wa qiinaa 'adzaabannaar.


 
اَللّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ لَكَ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، وَلَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ، اَللّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ. فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، 


Allahumma lakalhamdu anta qayyimus samaawaati wal ardhi waman fiihina,

walakal hamdu anta nuurus samaawaati wal ardhi waman fiihina,

walakal hamdu antal haqq, wawa'dukal haqq,

waliqaaukal haqq,

waqaulukal haqq,

wal jannatu haqq,

wannaaru haqq,

wannabiyyuuna haqq, wamuhammadun s.a.w haqq,

wassaa'atu haqq.

Allaahumma laka aslamtu

wabika aamantu

wa'alaika tawakkaltu

wailaika anabtu,

wabika khaashamtu

wailaika haakamtu,

faghfirlii maa qaddamtu

wamaa akhkhartu

wamaa asrartu

wamaa a'lantu , antal muqaddimu wa antal mu'akhkhiru la ilaaha illlaa anta

walaa ilaaha ghayruka

wa laa hawla walaa quwwata illaa billaahi.

Rabbi adhkhilnii mudkhala shidqin wa akhrijnii mukhraja shidqin waj allii min ladunka sulthaanan nashiiran.

Art.

Aku mohon ampun kpd Allah Yang Maha Agung,

Yang tiada Tuhan selain Dia sendiri,  Yang Maha Hidup & berdiri sendiri,

serta aku bertobat kepadaNya.

Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan selainMu.

Engkaulah yang menciptakan aku & aku adalah hambaMu & aku dalam ketentuanMu & dalam janjiMu,sesuai kemampuanku. Aku berlindung kepadaMu dari sejahat2 kelakuan.

Aku akui kenikmatn yang Kau limpahkan pdku &

kuakui pula akan dosa2ku.

Maka ampunilh aku karena tak ada yang dapat menerima tobat atas dosa-dosaku selain Engkau.

Ya Tuhanku, karuniakanlah kami kebaikan di dunia & akhirat & selamatkanlah kami dari  siksa neraka

Ya Allah, bagiMu puja dan puji, Engkaulah penguasa langit, bumi & seisinya & bagiMu pula puja & puji, pancaran cahaya langit dan bumi.

BagiMulah puja&puji karena hanya Engkaulah Yang Maha Besar

JanjiMu benar, pertemuan denganMu benar, firmanMu benar, surgaMupun benar, neraka benar,para Nabi juga benar,serta Nabi Muhammad saw benar, hari kiamat juga benar.

Ya Allah ,kepadaMu aku berserah diri & denganMu aku percaya.

KepadaMu aku bertawakal & kepadaMu aku akan kembali

serta denganMu aku rindu & kepadaMu aku berhukum.

Ampunilah dosa2ku sebelumnya, maupun yang terdahulu atau kemudian, yang kusembunyikan & yang kunyatakan dengan terang2an.

Engkaulah Tuhan yang terdahulu & kemudian. Tiada Tuhan selain Engkau, tak ada daya & upaya melainkan denganMu ya Allah.

Ya Allah masukan aku melalui tempat masuk yang benar/baik & keluarkan aku melalui tempat keluar yang benar.

Dan jadikanlah bagiku darr sisiMu kekuasaan yang dapat menolong.

 آمِيّنْ... آمِيّنْ.... آمِيّنْ.. يَ رَ بَّلْ عَلَمِيّنْ

•˚Âmıĭn..amiin..amiin ÿaá râbbāĺ aläamiп˚•

copas oleh www.berdoalah.com

berdoalah-berdoalah-berdoalah

SHALAT-SHALAT SUNAT YANG DICONTOHKAN DAN YANG TIDAK DICONTOHKAN OLEH RASULULLAH SAW

  SHALAT SUNAT YANG DICONTOHKAN RASULULLAH SAW

 

1. Shalat Rawatib

Sebelum dan sesudah shalat wajib, 2 sampai 4 rakaat

 

2. Shalat Syukrul Wudhu

Setelah berwudhu, 2 rakaat

"Barangsiapa yang berwudhu sepertiku dan shalat dua rakaat setelahnya, maka Allah akan mengampuni dosanya". (Muttafaq'alaihi)

3. Shalat Tahiyatul Masjid

Saat masuk masjid, 2 rakaat

"Apabila masuk masjid hendaklah dia shalat dua rakaat sebelum duduk". (Muttafaq'alaihi)

4. Shalat Dhuha

Setelah tergelincir matahari - sebelum Dhuhur, 2/4/8 rakaat

"...maka shalat Dhuha cukup bagimu". (HR. Abu Dawud)

5. Tahajud

Setelah Isya s.d sebelum Shubuh, 11 rakaat (bila dijumlahkan dengan shalat witir)

"...shalat yg paling Afdhal setelah shalat Fardhu adalah shalat Malam". (HR. Muslim)

6. Shalat Istikharah

Waktu bebas, 2 rakaat

Ibnu Umar, "seseorang beristikharah kepada Allah swt, lalu Allah menjadikan baik pilihannya...".

7. Shalat Witir

Setelah Isya s.d sebelum Shubuh, 1/3/5/7 rakaat

"Allah membekali shalat witir, antara isya dan shubuh". (HR. Ahmad, Abu Dawud)

8. Shalat Tarawih

Setelah Isya s.d sebelum shubuh dibulan Ramadhan, 11 rakaat (bila dijumlahkan dengan shalat witir)

"Pada bulan Ramadhan maupun bulan lainnya Rasulullah shalat malam tidak pernah lebih dari 11 rakaat...". (Muttafaq 'alaihi)

9. Shalat I'd

Jumlah rakaatnya 2, baik untuk Idul Fitri dan Idul Adha, dgn 7x takbir rakaat ke-1 dan 5x takbir rakaat ke-2

"Rasulullah keluar utk shalat menuju lapangan paad hari I'd Fitri dan I'd Adha dua rakaat". (HR. Bukhari)

10. Shalat Istisqa

Shalat minta hujan, 2 rakaat

"...kemudian beliau shalat dua rakaat seperti shalat I'd". (HR. Abu Dawud)

11. Shalat Kusuf/Khusuf

Saat Gerhana Matahari/Bulan, 2 rakaat dgn 4 ruku dan 4 sujud

"Jika kalian mendapati Gerhana Matahari/bulan, segeralah lakukan shalat". (Muttafaq'alaihi)

12. Shalat Intidhar

Sebelum shalat jumat s.d.khatib naik mimbar bagi pria di Masjid 2 rakaat.

"Barangsiapa pergi shalat jumat... Lalu shalat sekemampuannya... diampuni dosanya dari jumat ke jumat" (HR. Muslim)

SHALAT-SHALAT SUNAT YANG TIDAK ADA CONTOHNYA DARI RASULULLAH SAW

Sekarang kita kaji  : Shalat-shalat sunat yang tidak dicontohkan Rasulullah, namun sering dilakukan dan menjadi kebiasaan masyarakat kita, antara lain :

A) Shalat Sunat Hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu

B) Shalat Sunat Hajat & Taubat

C) Shalat Sunat Tasbih

D) Shalat Sunat Thawaf

E) Shalat Sunat Israq (shalat matahari terbit)

F) Shalat Sunat Kifaratul Bauli (shalat buang air kecil)

G) Shalat Sunat Melunasi Hutang

H) Shalat Sunat Shafar

I) Shalat Sunat Birru al Walidain (shalat mendoakan orang-tua)

J) Shalat Sunat Ingin Berjumpa Nabi

K) Shalat Sunat al Kifayat (shalat musibah)

L) Shalat Sunat Hadiah Bagi Jenazah

M) Shalat Sunat Awwabin (shalat antara maghrib-isya)

N) Shalat Sunat Lihifhdil Iman (shalat memelihara iman), dll

O) Shalat yang berkenaan bulan Muharam : Malam tahun baru, Hari per-1 muharam, Malam asy-syura.

P) Shalat berkenaan bulan Rajab : Malam 1 Rajab, 15 Rajab, 30 Rajab, Malam Jumat per-1 bln Rajab.

Q) Shalat yang berkenaan bulan Sya'ban : Shalat malam 1 syaban, Tengah syaban, 27 syaban

R) Shalat yg berkenaan bulan Ramadhan : Malam & siang hari 1, 10, 15, 20 Ramadhan, Shalat lailatul Qadar, Shalat Malam Idul Fitri.

S) Shalat yang berkenaan bulan Syawal : Malam & siang 1 syawal, Siang 8 syawal (shalat lebaran syawal)

...dan masih banyak lagi shalat-shalat sunat lainnya yg tidak jelas dalilnya.

Perlu ditegaskan disini, jika telah jelas dalilnya maka kita tidak boleh ragu untuk melakukan suatu ibadah.

Apabila tidak ada dalilnya, maka jangan mencari pembenaran dengan berdusta atas nama Nabi Muhammad Saw,  seolah-olah beliau melakukan ibadah tersebut padahal tidak, sebab ancamannya adalah Neraka. (HR.Bukhari, Muslim)

Apabila tidak jelas dalilnya, maka tinggalkan. Apabila jelas dalilnya, maka lakukan...

Salam !

copas oleh www.berdoalah.com

dari DAARUL ARQOM- Bandung

Shalat Dhuha


Shalat Dhuha


RAKA'AT
Shalat Dhuha bisa dilakukan dengan 2 / 4 / 8 raka'at 

[dalil shahihnya : 2 raka'at (HR.Bukhari 2:699 no 1880, Muslim 1:499 no. 721), 

4 raka'at (HR.Muslim 1:497 no 719), 

8 raka'at (HR.Muslim 1:266 no 336)] 

Hadits yang menyatakan shalat dhuha 8 raka'at dengan 4 kali salam, serta 6 dan 12 raka'at adalah dhaif/lemah.

WAKTU
Waktunya tidak disebutkan secara pasti, perkiraan saat matahari naik sepenggal mulai jam 7 / 8 pagi sampai dengan jam 11 an.

Dalilnya : "Shalatnya para awwabin yaitu saat anak unta mulai kepanasan". (HR.Muslim 748)

HUKUM

Hukumnya Sunnah Mustahabbah yaitu dianjurkan (Kitab Shahih Muslim Bab Istihbab Shalaah Dhuha)

KEUTAMAAN

"Shalat Dhuha adalah shalat para Awwabin". (HR. Thabrani)

Awwabin adalah org yang kembali kepada Allah dengan bertaubat dan berserah diri.

Disebut juga shalat yang setara dengan sedekah (HR.Muslim 720).

Pahalanya sama dgn mengerjakan Umrah dan dicatat di 'Illiyyin yaitu buku catatan orang-orang shalih 

(HR. Abu Dawud, Hadits Hasan no 670 dalam shahiihut targhiib wa tarhiib).

 

DOA

 
Doa yang
biasa dibaca oleh sebagian orang ketika shalat Dhuha, yaitu :

اللَّهُمَّإنَّالضُّحَىضَحَاؤُكوَالْبَهَابَهَاؤُكوَالْجَمَالُجَمَالُكوَالْقُوَّةُقُوَّتُكوَالْقُدْرَةُقُدْرَتُكوَالْعِصْمَةُعِصْمَتُك


“Allahumma innadhuha dhuha-uka, wal bahaa baha-uka, wal jamala jamaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrota qudrotuka, wal ‘ismata ‘ismatuka”


Do’a ini disebutkan oleh Asy Syarwani dalam Syarh Al Minhaj dan Ad Dimyathi dalam I’anatuth Tholibiin.


Do’a ini
tidak diketemukan dalam berbagai kitab yang menyandarkan do’a ini sebagai hadits Nabi Saw. (Dr ‘Abdullah Al Faqih, Fatwa no. 53488, 1 Sya’ban 1425)

Kesimpulannya:
Do’a di atas bukanlah do’a yg asalnya dari Nabi Saw dan tidak ada do’a khusus yg dibaca saat setelah  shalat Dhuha.

 

copas oleh www.berdoalah.com

dari Darul Arqom Bandung

Doa Setelah Salat Witir


KAPAN SHALAT WITIR DILAKUKAN ?

 

Nabi saw : "Barangsiapa takut tidak bangun di akhir malam, maka shalat witirlah pada awal malam, dan barang siapa berkeinginan untuk bangun di akhir malam, maka shalat witirlah di akhir malam, karena sesungguhnya shalat pada akhir malam masyhudah (disaksikan)". (HR. Muslim)

 

Hadits ini jelas menegaskan bahwa waktu pelaksanaan shalat Witir sangat kondisional dan tergantung pada kemampuan seseorang apakah bisa bangun di malam hari ataukah tidak.


Bila dia bisa bangun malam, maka shalat Witir dikerjakan setelah shalat Tahajud. Namun bila dia khawatir tidak bisa bangun malam, maka sebaiknya shalat Witir dilakukan setelah Isya sebelum tidur, jadi setelah terbangun dari tidur tinggal melakukan shalat tahajud saja. 


Di bulan Ramadhan apabila sudah mengerjakan shalat Tarawih, tidak perlu  mengerjakan shalat Tahajud lagi atau sebaliknya, karena itu adalah shalat yang sama hanya berbeda nama.


"Pada bulan Ramadhan maupun bulan lainnya Rasulullah shalat malam tidak pernah lebih dari 11 rakaat" (Muttafaq 'alaihi dari Aisyah ra)


DOA SETELAH SHOLAT WITIR


"Kemudian setelah salam beliau mengucapkan, 

سُبْحَانَ الـمَلِكِ القُدُّوْسِ

“Mahasuci Dzat yang Maha Menguasai lagi Mahasuci.”

(H.r. Abu Daud; dinilai sahih oleh Al-Albani)

'Subhaanal malikil qudduus', dibaca sebanyak tiga kali dan beliau mengeraskan suara pada bacaan ketiga"

(HR. Abu Daud dan An Nasa-i)


Nabi Saw juga mengucapkan doa di akhir witirnya,


للَّهُمَّ إِني أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ ، وَبِـمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَـتِكَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ ،لَا 

أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ ، أَنْتَ كَمَا أَثْــــنَــــيْتَ عَلَى نَــــفْسِكَ


“Allahumma inni a’udzu bi ridhooka min sakhotik 

wa bi mu’afaatika min ‘uqubatik, 

wa a’udzu bika minka laa uh-shi tsanaa-an ‘alaik, anta kamaa atsnaita ‘ala nafsik”


Ya Allah, aku berlindung dengan keridhoan-Mu dari kemarahan-Mu, 

dan dengan kesalamatan-Mu dari hukuman-Mu 

dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. 

Aku tidak mampu menghitung pujian dan sanjungan kepada-Mu, 

Engkau adalah sebagaimana yang Engkau sanjungkan kepada diri-Mu sendiri.

(HR. Abu Daud, Tirmidzi, An Nasa-i dan Ibnu Majah)


KEUTAMAAN SHALAT WITIR

"... (Allah) mencintai orang-orang yg melakukan shalat Witir.” (HR. Abu Daud dan Ahmad)

Catatan: 

Shalat witir tetap bisa dilakukan ketika kita menjalankan shalat secara jama qoshor saat kita ber"safar" (bertamu / dalam perjalanan)



copas oleh www.berdoalah.com (dari Darul Arqom-Bandung)



berdoalah-berdoalah-berdoalah

Doa Setelah Shalat Tarawih



اَللَّهُمَّ اجْعَلْناَ بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنْ، وَلِلْفَرَآئِضِ مُؤَدِّيْنَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ، وَلِلزَّكاَةِفَاعِلِيْنَ، وَلَمَاعِنْدَكَ طَالِبِيْنَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ، وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِى الْأَخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَبِالْقَضَآءِ رَاضِيْنَ، وَلِلنَّعْمَآءِ شَاكِرِيْنَ، وَعَلَى الْبَلَآءِ صَابِرِيْنَ، وَتَحْتَ لِوَآءِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَآئِرِيْنَ، وَاِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ، وَاِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ، وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ، وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ، وَمِنْ حُوْرٍ عِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آَكِلِيْنَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفَّى شَارِبِيْنَ، بِأَكْوَابٍ وَاَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مَنْ مَعِيْنٍ، مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ، وَحَسُنَ أُوْلَئِكَ رَفِيْقًا، ذَلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا. اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا فِى هَذَا الشَّهْرِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَآءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ، وَلاَ تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَآءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَآاَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Artinya: 

Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, 

yang melaksanakan kewajiban- kewajiban terhadap-Mu, 

yang memelihara shalat, 

yang mengeluarkan zakat, 

yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, 

yang mengharapkan ampunan-Mu, 

yang berpegang pada petunjuk, 

yang berpaling dari kebatilan, 

yang zuhud di dunia, 

yang menyenangi akherat , 

yang ridha dengan ketentuan, 

yang ber¬syukur atas nikmat yang diberikan, 

yang sabar atas segala musibah, 

yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, sampai kepada telaga (yakni telaga Nabi Muhammad)

yang masuk ke dalam surga, 

yang duduk di atas dipan kemuliaan, 

yang menikah de¬ngan para bidadari, 

yang mengenakan berbagai sutra ,

yang makan makanan surga, 

yang minum susu dan madu yang murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. 

Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui.

Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini tergolong orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya,

Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas penghulu kita Muhammad saw, keluarga beliau dan shahabat beliau semuanya, berkat rahmat-Mu, oh Tuhan, Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang.

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam

catatan:

doa setelah Tarawih ini penulis copas dari buku2 doa yang antara lain disusun oleh 

Bapak Agus Wirahadikusumah MPA

namun ada juga yang lain yang dicopas dari buku doa yang disusun oleh 

Bapak KH Drs. Miftah Faridl

seperti di bawah ini :

Allahumma innaa nas-aluka ridhaaka wak jannata

wa na'uudzubika min skhatika wan naari

Allahumma innaka 'afuwwun kariimun tuhibbul 'afwa fa'fu annaa

wa walidaynaa wa'an jamii'il muslimiina wal muslimaati birahmatika yaa arhamar

raahimiina

Ya Allah, kami memohon ke hadirat-Mu untuk mendapatkan keridhoanMu dan surgaMu

Kami berlindung dari kemurkaan-Mu dan siksa neraka.

Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang

copas oleh www.berdoalah.com

berdoalah-berdoalah-berdoalah

DO'A IFTITAH

Doa ini dibaca pada rakaat pertama dalam sholat, dengan berdiri


Do'a Iftitah 01


أللَّ‍هُ أَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً

ALLOHU AKBAR KABIIROW WAL_HAMDU LILLAAHI KATSIIROW WASUB_HAANALLOHI BUKRO-TAW WA'ASHIILA.

Alloh Maha Besar dengan segala kebesarannya. Segala puji bagi Alloh. Maha Suci Alloh dipagi dan petang hari

(HR. An-Nasa'iy II/125)


Do'a Iftitah 02


وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ اْلمُشْرِكِيْنَ.

WAJJAHTU WAJHIYA LILLADZII FATHOROS SAMAAWAATI WAL ARDLO, _HANIIFAM MUSLIMAW WAMAA ANA MINAL MUSYRIKIIN.

Kuhadapkan jiwa ragaku pada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan mengakui kebenaran serta berserah diri, dan tidaklah aku termasuk golongan orang-orang yang musyrik


إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلَّهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ،

INNA SHOLAATII WANUSUKII WAMA_HYAAYA WAMAMAATII LILLAAHI ROBBIL 'AALAMIIN,

Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, matiku hanya untuk Alloh Tuhan semesta alam


لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ اْلمُسْلِمِيْنَ.

LAASYARIIKALAHU WABIDZAA-LIKA UMIRTU WA ANA MINAL MUSLIMIIN

tiada sekutu bagiNya karena dengan itu aku diperintah. Dan ketahuilah sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim


رواه والبيهقى

( الأذكار ص42 )

(HR. Al-Baihaqy II/8)

lihat kitab Al-Adzkaar An-Nawawy halaman 42



Do'a Iftitah 03 .


اللَّهُمَّ باعِد بَيْني وبَيْنَ خَطايايَ كما بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ،

ALLOHUMMA BAA’ID BAINII WABAINA KHOTHOOYAAYA KAMAA BAA’ADTA BAINAL MASYRIQI WALMAGHRIB.

“Ya Alloh, jauhkan antara saya dengan kejelekan-kejelekan saya sebegaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat.


اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ الخَطايا كما يُنَقّى الثَّوْبُ الأبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ،

ALLOHUMMA NAQQINII MINAL KHOTHOOYA KAMAA YUNAQQOTS-TSAUBUL ABYADLU MINAD-DANAS.

Ya Alloh, bersihkanlah diriku dari kejelekan-kejelekanku sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran


اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطايايَ بالمَاءِ والثَّلْجِ وَالبَرَدِ‏.‏

ALLOHUMMAGHSIL KHOTHOOYAAYA BILMAA-I WATS-TSALJI WALBARODI.

Ya Alloh, basuhlah/cucilah kejelekan-kejelekan saya dengan air, salju dan embun.


رواه البخاري702

(HR. Al-Bukhory no.702).




sumber : buku sholatku

Sabtu, 21 Juli 2012

Doa-doa Untuk Ramadhan



Beberapa teman selama Ramadhan mengirim doa-doa ini setiap hari di facebook dan bbm.

Walaupun TIDAK ADA HADIST tentang doa-doa di bulan Ramadhan, namun isi doa-doanya bagus, maka aku share lagi.

Sekali lagi, TIDAK ADA DOA KHUSUS  di bulan Ramadhan kecuali yang berhubungan dengan shalat misalnya Doa Setelah Shalat Witir

Doa-doa ini hanya salah satu contoh doa saja, yang menurutku indah susunan kalimatnya..dan layak untuk ditiru dan bisa dibaca di bulan Ramadhan





⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴ -̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴



♏αя̩̥̊ĥαЬαй γ̥αα Я̩̥̊α♏αϑĥαй:

Doa hari – 1 RAMADHAAN..

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

Yaa Allah! Jadikanlah puasaku sebagai puasa orang-orang yang benar-benar berpuasa.

Dan ibadah malamku sebagai ibadah orang-orang yang benar-benar melakukan ibadah malam.

Dan jagalah aku dari tidurnya orang-orang yang lalai.

Hapuskanlah dosaku … Wahai Tuhan sekalian alam!!

Dan ampunilah aku, Wahai Pengampun para pembuat dosa.

 آَمِيّـٍـِـنْ... آَمِيّـٍـِـنْ يَآرَبْ آلٌعَآلَمِِيِن

⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴ -̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴



♏αя̩̥̊ĥαЬαй γ̥αα Я̩̥̊α♏αϑĥαй:

Doa hari ke 2 Ramadhan :

 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

Allahumma qorribnii fiihi ilaa mardhootika, wa jannibnii fiihi min sakhothika wa naqomaatika.

Wa waffiqnii fiihi liqiro'ati ayatika birohmatika yaa arhamar roohimiina.

Ya Allah dekatkanlah aku kepada keridhoanMu. Jauhkanlah aku dari kemurkaan dan malapetakaMu dan bimbinglah aku dengan RahmatMu untuk membaca ayat2Mu.

Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segala yang mengasihi.

 آمِّينَ آمِّينَ آمِّينَ يَرَ بَّلْ عَلَمِيَّ..


·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴ -̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴



♏αя̩̥̊ĥαЬαй γ̥αα Я̩̥̊α♏αϑĥαй:

Do'a RAMADHAAN  Hari 3:


  اَللّهُمَّ ارْزُقني فيهِ الذِّهنَ وَالتَّنْبيهِ ، وَ باعِدْني فيهِ مِنَ السَّفاهَةِ وَالتَّمْويهِ ، وَ اجْعَل لي نَصيباً مِن كُلِّ خَيْرٍ تُنْزِلُ فيهِ ، بِجودِكَ يا اَجوَدَ الأجْوَدينَ .

Allaahummarzuqnii fiihidz dzahnii wattanbiiha, Wa baa'idnii fiihis safaahari wat tamwiihi waj'allii nashiibam min kulli khairin tunziilu fiihi bijuudika yaa ajwadil ajwadiin

Yaa ALLAH SWT! Berikanlah aku rizqi, akal dan kewaspadaan

dan  jauhkanlah aku dari kebodohan dan kesesatan

Sediakanlah bagian untukku dari segala kebaikan yang Kau turunkan,

demi kemurahan-Mu, wahai Dzat Yang Maha Dermawan dari ‎​semua dermawan..

 آمِّينَ آمِّينَ آمِّينَ يَرَ بَّلْ


·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴ -̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴



♏αя̩̥̊ĥαЬαй γ̥αα Я̩̥̊α♏αϑĥαй:

Doa hari ke – 4 Ramadhan


 اَللَّهُمَّ قَوِّنِيْ فِيْهِ عَلَى إِقَامَةِ أَمْرِكَ وَ أَذِقْنِيْ فِيْهِ حَلاَوَةَ ذِكْرِكَ وَ أَوْزِعْنِيْ فِيْهِ لأدَاءِ شُكْرِكَ بِكَرَمِكَ وَ

  احْفَظْنِيْ فِيْهِ بِحِفْظِكَ وَ سِتْرِكَ يَا أَبْصَرَ النَّاظِرِيْنَ

 "Allahumma qawinnii fiihi 'alaa amrika wa awzi'nii liadaa i syukrika bikaramika wahfazhnii bihifzhika wa sitrika yaa absharannaazhiriin"

”Ya Allah! Mohon berikanlah kekuatan kepadaku, untuk menegakkan perintah-perintah-MU,

dan berilah aku manisnya berdzikir mengingat-MU.

Mohon berilah aku kekuatan untuk bersyukur kepada-MU, dengan kemuliaan- MU.

Dan jagalah aku dengan penjagaan-MU dan perlindungan-MU, Wahai dzat Yang Maha Melihat". آمــــــــــــــــــين يا رب  العالمين



·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴ -̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴


♏αя̩̥̊ĥαЬαй γ̥αα Я̩̥̊α♏αϑĥαй:

Do'a RAMADHAAN Hari 5:


 بِسْـــــــمِ أللَّهِ ألرَّحْمَنِ ألرَّحِيْمِ اَللّهُمَّ اجعَلني فيهِ مِنَ المُستَغْفِرينَ ، وَ اجعَلني فيهِ مِن عِبادِكَ الصّالحينَ القانِتينَ ، وَ اجعَلني فيهِ مِن اَوْليائِكَ المُقَرَّبينَ ، بِرَأفَتِكَ يا اَرحَمَ الرّاحمينَ .

Allaahummaj'alnii fiihi minal mustaghfiriin, waj'alnii min 'ibaadikash shaalihiinal qanitiin, waj'alnii min auliyaa-ikal muqarrabiin, bi raafatika yaa arhamar raahimiin.

Yaa Allah SWT! Jadikanlah aku diantara orang-orang yang memohon ampunan, dan jadikanlah aku sebagai hamba-Mu yang sholeh dan setia serta jadikanlah aku diantara Auliya'-Mu yang dekat disisi-Mu, dengan kelembutan-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pengasih di antara semua pengasih. آَمِيّـٍـِـنْ... آَمِيّـٍـِـنْ يَآرَبْ آلٌعَآلَمِِيِن


·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴ -̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴



♏αя̩̥̊ĥαЬαй γ̥αα Я̩̥̊α♏αϑĥαй:

Doa Hari Ke 6 Ramadhan:


 بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على محمد وآل محمد اَللَّهُمَّ لاَ تَخْذُلْنِي فِيْهِ لِتَعَرُّضِ مَعْصِيَتِكَ، وَلاَتَضْرِبْنِي بِسِيَاطِ نَقِمَتِكَ، وَزَحْزِحْنِي فِيْهِ مِنْ مُوجِبَاتِ سَخَطِكَ، بِمَنِّكَ وَاَيَادِيْكَ يَا مُنْتَهَى رَغْبَةِ الرَّاغِبِيْنَ

Allâhumma lâ takhdzulnî fîhi lita’arrudhi ma’shiyatika, wa lâ tadhribnî bisiyâthi naqimika, wa zahrihnî fîhi min mûjibâti sakhatika, bimannika wa âyâtika yâ Muntahâ raghbatir râghibîn.

Ya ‎​اَللّهُ , jangan hinakan daku  karena perlakuan maksiat pada-Mu, jangan siksa daku, jauhkan daku  dari keharusan murka-Mu, dengan karunia dan anugerah-Mu wahai Puncak keinginan orang-orang yang berharap. Aamiin

·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴ -̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴


 

♏αя̩̥̊ĥαЬαй γ̥αα Я̩̥̊α♏αϑĥαй:

Doa Hari Ke 7 Ramadhan:

بسم الله الرحمن الرحيم

اللهم صل على محمد وآل محمد

اَللَّهُمَّ اَعِنِّي فِيْهِ عَلَى صِيَامِهِ وَقِيَامِهِ، وَجَنِّبْنِي فِيْهِ مِنْ هَفَوَاتِهِ وَآثَامِهِ، وَارْزُقْنِي فِيْهِ ذِكْرَكَ بِدَوَامِهِ، بِتَوْفِيْقِكَ يَا هَادِيَ الْمُضِلِّيْنَ

Allâhumma a’innî fîhi ‘alâ shiyâmihi wa qiyâmihi, wajannibnî fîhi min hafawâtihi wa âtsâmihi, warzuqnî fîhi dzikraka bidawâmihi, wa bitawfîqika yâ Hâdil mudhillîn.

Ya Allah, tolonglah aku untuk melaksanakan ibada  puasa dan shalat malam, jauhkan daku dari dosa dan kesalahan, anugerahkan padaku untuk selalu berzikir pada-Mu dengan bimbingan-Mu wahai Pembimbing orang-orang yang tersesat.

⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴ -̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴



♏αя̩̥̊ĥαЬαй γ̥αα Я̩̥̊α♏αϑĥαй:

Doa Hari Ke 8 Ramadhan:

بسم الله الرحمن الرحيم

اللهم صل على محمد وآل محمد

اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِي فِيْهِ رَحْمَةَ اْلاَيْتَامِ، وَاِطْعَامَ الطَّعَامِ، وَ اِفْشَاءَ السَّلاَمِ، وَصُحْبَةَ الْكِرَامِ، بِطَوْلِكَ يَا مَلْجَاَ اْلآمِلِيْن

Allâhummarzuqnî fîhi rahmatal aytâm, wa ith’âmath tha’âm, wa ifsyâas salâm, wa shuhbatal kirâm, bithawlika yâ Malja-al âmilîn.

Ya Allah, karuniakan kepadaku rasa sayang kepada anak-anak yatim, kemampuan memberi sedekah, menebarkan salam dan berteman dengan orang-orang yang berakhlak mulia dengan segala kemurahan-Mu wahai tempat bersandar para pengharap.             

آمِــــــــيْنَ يَارَبَّ الْعَالَمِينَ

Ăaмiίη Yάrobbάl'άllάмίη



·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴ -̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴


♏αя̩̥̊ĥαЬαй γ̥αα Я̩̥̊α♏αϑĥαй:

Doa Hari Ke 9 Ramadhan:

بسم الله الرحمن الرحيم

اللهم صل على محمد وآل محمد

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ لِي فِيْهِ نَصِيْبًا مِنْ رَحْمَتِكَ الْوَاسِعَةِ، وَاهْدِنِي فِيْهِ لِبَرَاهِيْنِكَ السَّاطِعَةِ، وَخُذْ بِنَاصِيَتِي اِلَى مَرْضَاتِكَ الْجَامِعَةِ، بِمَحَبَّتِكَ يَا اَمَلَ الْمُشْتَاقِيْنَ

Allâhummaj’allî fîhi nashîbam mir rahmatikal wâsi’ah, wadinî fîhi libarâhînikas sâthi’ah, wa khudz binâshiyatî ilâ mardhâtikal jâmi’ah, bimahabbatika yâ Amalal musytâqîn.

Ya Allah, berikan padaku dari rahmat-Mu yang luas, bimbinglah daku  dengan ilmu-Mu yang bercahaya, dan bimbinglah daku pada keridhaan-Mu yang sempurna dengan cinta-Mu wahai Dambaan

orang-orang yang merindukan.

آمِــــــــيْنَ يَارَبَّ الْعَالَمِينَ

Ăaмiίη Yάrobbάl'άllάмίη



⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴ -̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴


Doa Hari Ke 10 Ramadhan:

بسم الله الرحمن الرحيم

اللهم صل على محمد وآل محمد

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي فِيْهِ مِنَ الْمُتَوَكِّلِيْنَ عَلَيْكَ، وَاجْعَلْنِي فِيْهِ مِنَ الْفَائِزِيْنَ لَدَيْكَ، وَاجْعَلْنِي فِيْهِ مِنَ الْمُقَرَّبِيْنَ اِلَيْكَ، بِاِحْسَانِكَ يَا غَايَةَ الطَّالِبِيْنَ

Allâhummaj’anî fîhi minal mutawakkilîna ‘alayka, waj’alnî fîhi minal fâizîna ladayka, waj’alnî fîhi minal muqarrabîna ilayka, bi-ihsânika yâ Ghâyatath thâlibîn.

Yaa اَللّهُ , jadikan diriku tergolong kepada orang-orang yang bertawakkal pada-Mu, jadikan diriku tergolong kepada orang-orang yang beruntung di sisi-Mu, jadikan diriku tergolong kepada orang-orang yang mendekatkan diri pada-MU, dengan kebaikan-Mu wahai Tujuan orang-orang yang berharap.                           

آمِــــــــيْنَ يَارَبَّ الْعَالَمِينَ

Ăaмiίη Yάrobbάl'άllάмίη




⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴ -̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴



 Doa Hari Ke 11 Ramadhan

بسم الله الرحمن الرحيم

اللهم صل على محمد وآل محمد

اَللَّهُمَّ حَبِّبْ اِلَيَّ فِيْهِ اْلاِحْسَانَ، وَكَرِّهْ اِلَيَّ فِيْهِ الْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ، وَحَرِّمْ عَلَيَّ فِيْهِ السَّخَطَ وَالنِّيْرَانَ بِعَوْنِكَ يَا غِيَاثَ الْمُسْتَغِيْثِيْنَ 

Allâhumma habbib ilayya fîhil ihsân, wa karrih ilayya fîhil fusûqa wal-‘ishyân, wa harrim ‘alayya fîhis sakhatha wan nîrân, bi’awnika yâ Ghiyâtsal mustaghîtsîn.

Ya Allah, karuniakan padaku di dalamnya rasa cinta pada kebaikan, benci pada kefasikan dan kemaksiatan, selamatkan daku di dalamnya dari murka-Mu dan neraka, dengan pertolongan-Mu wahai Pelindung orang-orang yang mencari perlindungan.           

آمِــــــــيْنَ يَارَبَّ الْعَالَمِينَ

Ăaмiίη Yάrobbάl'άllάмίη نَ


⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴ -̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴



Doa Hari Ke 12 Ramadhan

بسم الله الرحمن الرحيم

اللهم صل على محمد وآل محمد

اَللَّهُمَّ زَيِّنِّي فِيْهِ بِالسِّتْرِ وَالْعَفَافِ، وَاسْتُرْنِي فِيْهِ بِلِبَاسِ الْقُنُوعِ وَالْكَفَافِ، وَاحْمِلْنِي فِيْهِ عَلَى الْعَدْلِ وَاْلاِنْصَافِ، وَآمِنِّي فِيْهِ مِنْ كُلِّ مَا اَخَافُ، بِعِصْمَتِكَ يَا عِصْمَةَ الْخَائِفِيْنَ

Bismillâhir Rahmânir Rahîm

Allâhumma shalli ‘alâ Muhammad wa âli Muhammad

Allâhumma zayyinnî fîhi bissatri wal ‘afâf, wasturnî fîhi bilibâsil qunû’i wal kafâf, wahmilnî fîhi ‘alal ‘adli wal inshâf, wa âminnî fîhi min kulli mâ akhâfu, bi’ishmatika yâ ‘Ishmatal khâifîn.

Dengan nama اَللّهُ  Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

Yaa اَللّهُ , sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya 

Yaa اَللّهُ , hiasi daku dengan pengampunan dan kesucian,

tutupi dengan pakaian qana’ah dan rasa cukup, 

bawalah daku didalam keadilan dan keseimbangan, 

karuniakan padaku rasa aman dari  yang kutakutkan, dengan penjagaan-Mu wahai Yang Menjaga orang-orang yang ketakutan.

آمِــــــــيْنَ يَارَبَّ الْعَالَمِينَ

Ăaмiίη Yάrobbάl'άllάмίη

                 

⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴ -̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴



Doa Hari Ke 13 Ramadhan:

بسم الله الرحمن الرحيم

اللهم صل على محمد وآل محمد

اَللَّهُمَّ طَهِّرْنِي فِيْهِ مِنَ الدَّنَسِ وَاْلاَقْذَارِ، وَصَبِّرْنِي فِيْهِ عَلَى كَائِنَاتِ اْلاَقْدَارِ، وَوَفِّقْنِي فِيْهِ لِلتُّقَى وَصُحْبَةِ اْلاَبْرَارِ، بِعَوْنِكَ يَا قُرَّةَ عَيْنِ الْمَسَاكِيْنَ

Bismillâhir Rahmânir Rahîm

Allâhumma shalli ‘alâ Muhammad wa âli Muhammad

Allâhumma thahhirnî fîhi minad danasi wal aqdzâr, wa shabbirnî fîhi ‘alâ kâinâtil iqdâr, wa waffiqnî fîhit tuqâ wa shuhbatal abrâr, bi’awnika yâ Qurrata ‘aynil masâkîn.

Dengan nama اَللّهُ  Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Yaa اَللّهُ , sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya.

Yaa اَللّهُ , sucikan daku di dalamnya dari noda dan kotoran, anugrahkan padaku di dalamnya kesabaran pada ketentuan takdir-Mu, bimbinglah daku di dalamnya pada ketakwaan dan berteman dengan orang-orang yang baik, dengan pertolongan-Mu wahai Penyejuk hati orang-orang yang miskin.

آمِــــــــيْنَ يَارَبَّ الْعَالَمِينَ

Ăaмiίη Yάrobbάl'άllάмίη

·̵̭·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴ -̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴ 


Doa Hari Ke 14 Ramadhan

بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم صل على محمد وآل محمد
اَللَّهُمَّ لاَ تُؤَاخِذْنِي فِيْهِ بِالْعَثَرَاتِ، وَاَقِلْنِي فِيْهِ مِنَ الْخَطَايَا وَالْهَفَوَاتِ، وَلاَ تَجْعَلْنِي فِيْهِ غَرَضًا لِلْبَلاَيَا وَاْلاَفَاتِ، بِعِزَّتِكَ يَا عِزَّ الْمُسْلِمِيْنَ

Bismillâhir Rahmânir Rahîm

Allâhumma shalli ‘alâ Muhammad wa âli Muhammad

Allâhumma lâ tuâkhidznî fîhi bil-‘atsarât, wa aqilnî fîhi minal khathâyâ wal hafawât, wa lâ taj’alnî fîhi gharadhan lil-balâyâ wal-âfât, bi’izzatika yâ ‘Izzal muslimîn.

Ya اَللّهُ , jangan siksa daku dikarenakan ketergelinciranku, angkatlah dari kesalahan dan kealpaan, jangan jadikan diriku jadi sasaran bahaya’ dan penyakit, dengan kemuliaan-Mu wahai Yang Memuliakan kaum muslimin

آمِــــــــيْنَ يَارَبَّ الْعَالَمِينَ

Ăaмiίη Yάrobbάl'άllάмίη

·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴ -̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴ 


Do'a RAMADHAN Hari 15 :

بسم الله الرحمن الرحيم

اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ طَاعَةَ الْخَاشِعِيْنَ وَ اشْرَحْ فِيْهِ صَدْرِيْ بِإِنَابَةِ الْمُخْبِتِيْنَ بِأَمَانِكَ يَا أَمَانَ الْخَائِفِيْنَ

“Allâhummar zuqnî fîhi thâ’atal khâsyi’în wasyrah fîhi shadrî bi inâbatil mukhbitîn biamânika yâ amânal khâifîn”.

Ya Allah, Anugerahkan padaku dengan ketaatan orang-orang yang khusyu serta lapangkanlah dadaku dan dengan taubat orang-orang yang rendah diri. Dengan kekuatan-Mu ya Allah, Wahai tempat berlindung bagi orang-orang yang ketakutan”.

آَمِيّـٍـِـنْ... آَمِيّـٍـِـنْ يَآرَبْ آلٌعَآلَمِِيِن

·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴ -̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴ 


Doa hari ke 16 Ramadhan

بسم الله الرحمن الرحيم

اَللَّهُمَّ وَفِّقْنِي فِيْهِ لِمُوَافَقَةِ اْلاَبْرَارِ، وَجَنِّبْنِي فِيْهِ مُرَافَقَةَ اْلاَشْرَارِ، وَآوِنِي فِيْهِ بِرَحْمَتِكَ اِلَى دَارِ الْقَرَارِ، بِاِلَهِيَّتِكَ يَا اِلَهَ الْعَالَمِيْنَ

Bismillâhir Rahmânir Rahîm

Allâhumma shalli ‘alâ Muhammad wa âli Muhammad

Allâhumma waffiqnî fîhi limuwâfaqatil abrâr, wa jannibnî fîhi murâfaqatal asyrâr, wa âwinî fîhi birahmatika ilâ dâril qarâr, bi-ilâhiyyatika yâ Ilâhal ‘âlamîn.

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya.

Ya Allah, bimbinglah daku untuk meniru orang2 yang berbuat kesalehan.

Jauhkan daku dari berteman dgn orang2 yang berbuat kejahatan.

Kembalikan daku  dengan rahmat-Mu kedalam kediaman yang kekal abadi dengan ilahiyat-Mu wahai Tuhan semesta alam

أَمِيْن يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ..

Ăaмiίη Yάrobbάl'άllάмίη


⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴ -̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴ 

Doa Hari Ke-17 Ramadhan:

بسم الله الرحمن الرحيم

اللهم صل على محمد وآل محمد


اَللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيْهِ لِصَالِحِ اْلاَعْمَالِ، وَاقْضِ لِي فِيْهِ الْحَوَائِجَ وَاْلاَمَالَ، يَا مَنْ لاَ يَحْتَاجُ اِلَى التَّفْسِيْرِ وَالسُّؤَالِ، يَا عَالِمًا بِمَا فِي صُدُورِ الْعَالَمِيْنَ، صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ الطَّاهِرِيْنَ

Bismillâhir Rahmânir Rahîm

Allâhumma shalli ‘alâ Muhammad wa âli Muhammad

Allâhummahdinî fîhi lishâlihil a’mâl, waqdhilî fîhil hawâija wal-amâl, yâ Mal lâ yahtâju ilat tafsîri was-suâl, yâ ‘âliman bimâ fî shudûril ‘âlamîn, shallî ‘alâ Muhammadin wa âlihith thâhrîn.

Dengan nama اَللّهُ  Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

Yaa اَللّهُ , sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya.

Yaa اَللّهُ , bimbinglah daku di bulan yang mulia ini untuk mengamalkan kesholehan,

kabulkanlah keperluan dan dan cita-citaku, wahai Yang Tidak Memerlukan penjelasan dan permohonan, wahai Yang Mengetahui apa yang tersimpan dalam hati semua manusia, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya yang suci.يا 

آمِــــــــيْنَ يَارَبَّ الْعَالَمِينَ

Ăaмiίη Yάάrobbάl'άllάмίη


⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴ -̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴ 


Doa Hari Ke 18  Ramadhan


اَللَّهُمَّ نَبِّهْنِيْ فِيْهِ لِبَرَكَاتِ أَسْحَارِهِ، وَ نَوِّرْ فِيْهِ قَلْبِيْ بِضِيَاءِ أَنْوَارِهِ، وَ خُذْ بِكُلِّ أَعْضَائِيْ إِلَى اتِّبَاعِ آثَارِهِ، بِنُوْرِكَ يَا مُنَوِّرَ قُلُوْبِ الْعَارِفِيْنَ

Yaa اَللّهُ , bangunkanlah daku untuk mendapatkan keberkahan sahur (dua pertiga malamnya), terangilah kalbuku di bulan ini dengan cahayanya dan bimbinglah seluruh anggota tubuhku di bulan ini untuk mengikuti jejak-jejaknya, dengan cahaya-Mu wahai penerang kalbu-kalbu para ‘arif.

Ăaмiίη Yάάrobbάl'άllάмίη                 



⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴ -̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴ 

Doa  19 Ramadhan


اَللَّهُمَّ وَفِّر فيهِ حَظّي مِن بَرَكاتِهِ ، وَ سَهِّلْ سَبيلي إلى خيْراتِهِ، وَ لا تَحْرِمْني قَبُولَ حَسَناتِهِ يا هادِيًا إلى الحَقِّ المُبينِ
.

Allahumma waffir fiihi  khadzdzii min. barakaatihi, wa sahhil sabiilii ilaa khairaatihi, wa laa tahrimnii qubuula hasanaatihi Yaa haadiyan ilal haqqil mubiin.

“Yaa اَللّهُ , berikanlah daku banyak keberkahan dibulan ini,

Mudahkanlah daku dalam menempuh jalan kesalehan.

Janganlah Kau halangi daku dari mendapatkan kebaikan-kebaikan.

Wahai Pemberi Petunjuk ke jalan yang benar dan lurus”.

آمِــــــــيْنَ يَارَبَّ الْعَالَمِينَ

Ăaмiίη Yάάrobbάl'άllάмίη


·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴ -̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴ 


Doa Hari Ke 20 Ramadhan

بسم الله الرحمن الرحيم


اللهم صل على محمد وآل محمد
اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِي فِيْهِ اَبْوَابَ الْجِنَانِ، وَاَغْلِقْ عَنِّي فِيْهِ اَبْوَابَ النِّيْرَانِ، وَوَفِّقْنِي فِيْهِ لِتِلاَوَةِ الْقُرْآنِ، يَا مُنْزِلَ السَّكِيْنَةِ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِيْن

Bismillâhir Rahmânir Rahîm

Allâhumma shalli ‘alâ Muhammad wa âli Muhammad

Allâhummaftahlî fîhi abwâbal jinân, wa aghliq ‘annî fîhi abwâban nîrân, wa waffiqnî fîhi litilâwatil qur-ân, yâ Munzilas sakînati fî qulûbil mu’minîn.

Dengan nama اَللّهُ  Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

Yaa اَللّهُ , sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

Yaa اَللّهُ , bukalah bagiku di bulan ini pintu-pintu surgamu, tutuplah untukku di bulan ini pintu-pintu nerakamu, dan berikanlah taufik kepadaku di bulan ini untuk membaca al-Quran,

wahai Pemberi ketenangan di hati kaum Mukminin.   

آمِــــــــيْنَ يَارَبَّ الْعَالَمِينَ

Ăaмiίη Yάάrobbάl'άllάмίη 



⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴ -̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴ 


Doa Hari Ke 21 Ramadhan

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ


اَللَّهُمَّ اجْعَلْ لِيْ فِيْهِ إِلَى مَرْضَاتِكَ دَلِيْلاً وَ لاَ تَجْعَلْ لِلشَّيْطَانِ فِيْهِ عَلَيَّ سَبِيْلاً وَ اجْعَلِ الْجَنَّةَ لِيْ مَنْزِلاً وَ مَقِيْلاً يَا قَاضِيَ حَوَائِجِ الطَّالِبِيْنَ‬‬

Ya Allah, berikanlah kepadaku di bulan ini sebuah petunjuk untuk mencapai keridhaan-Mu, jangan Kau beri kesempatan kepada setan di bulan ini untuk menggodaku, dan jadikanlah surga sebagai tempat tinggal dan bernaungku, wahai Pemberi segala kebutuhan orang-orang yang meminta..

آمِــــــــيْنَ يَارَبَّ الْعَالَمِينَ

Ăaмiίη Yάάrobbάl'άllάмίη


⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴ -̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴ 

Doa Hari ke-22:

بسم الله الرحمن الرحيم

اللهم صل على محمد و آل محمد
اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ فِيْهِ أَبْوَابَ فَضْلِكَ وَ أَنْزِلْ عَلَيَّ فِيْهِ بَرَكَاتِكَ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِمُوْجِبَاتِ مَرْضَاتِكَ وَ أَسْكِنِّيْ فِيْهِ بُحْبُوْحَاتِ جَنَّاتِكَ يَا مُجِيْبَ دَعْوَةِ الْمُضْطَرِّيْنَ

Yaa اَللّهُ, bukalah bagiku di bulan ini pintu-pintu anugerah-Mu, turunkanlah kepadaku di bulan ini berkah-berkah-Mu, berikanlah taufik kepadaku di bulan ini untuk mencapai keridhaan-Mu, dan tempatkanlah aku di bulan ini di tengah-tengah surga-Mu, wahai Pengabul permintaan orang-orang yang ditimpa kesulitan.

آمِــــــــيْنَ يَارَبَّ الْعَالَمِينَ

Ăaмiίη Yάάrobbάl'άllάмίη

⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴ -̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴ 


Doa Hari Ke 23 Ramadhan

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ


اَللَّهُمَّ اغْسِلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الذُّنُوْبِ وَ طَهِّرْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْعُيُوْبِ وَ امْتَحِنْ قَلْبِيْ فِيْهِ بِتَقْوَى الْقُلُوْبِ يَا مُقِيْلَ عَثَرَاتِ الْمُذْنِبِيْنَ
‬‬

Ya Allah, sucikanlah aku di bulan ini dari dosa-dosa, bersihkanlah aku di bulan ini dari segala aib, dan ujilah aku di bulan ini dengan ketakwaan, wahai Pemaaf segala kesalahan orang-orang yang berdosa..

آمــــــــــــــــــين يا رب العالمي


⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴ -̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴ 


Doa Hari ke-24 Ramadhan:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

اَللَّـهُمَّ اِنِّي أَسْأَلُكَ فِيهِ مَا يُرْضِيْكَ،

وَاَعُوذُبِكَ مِمَّا يُؤْذِيْكَ، وَاَسْأَلُكَ التَّوْفِيْقَ فِيْهِ لِأَنْ أُطِيْعَكَ وَلاَ أَعْصِيْكَ، يَا جَوَادَ السَّائِلِيْنَ .

Yaa اَللّهُ , aku memohon kepada-Mu hal-hal yang mendatangkan keridhaan-Mu, aku berlindung dengan-Mu dari hal-hal yang mendatangkan kemurkaan-Mu, aku memohon kepada-Mu taufiq untuk senantiasa menaati-Mu serta menghindari maksiat terhadap-Mu, wahai Pemberi para pemohon.              .

آمِــــــــيْنَ يَارَبَّ الْعَالَمِينَ

Ăaмiίη Yάάrobbάl'άllάмίη



⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴ -̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴ 

Doa Hari ke-25 Ramadhan:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ


اَللَّـهُمَّ اجْعَلْنِي فِيْهِ مُحِبًّا لِأَوْلِيَائِكَ، وَمُعَادِيًا لِأَعْدَائِكَ، مُسْتَنًّا بِسُنَّةِ خَاتَمِ اَنْبِيَائِكَ، يَا عَاصِمَ قُلُوْبِ النَّبِيِّيْنَ
.

Yaa اَللّهُ , jadikanlah aku di antara orang-orang yang mencintai auliya-Mu, dan memusuhi musuh-musuh-Mu. Jadikanlah aku pengikut sunnah penutup para Nabi-Mu, wahai Penjaga hati para Nabi. ‎​

آمِــــــــيْنَ يَارَبَّ الْعَالَمِينَ

Ăaмiίη Yάάrobbάl'άllάмίη

⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴ -̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴ 


Doa Hari Ke 26 Ramadhan

بسم الله الرحمن الرحيم

اللهم صل على محمد و آل محمد


اَللَّهُمَّ اجْعَلْ سَعْيِيْ فِيْهِ مَشْكُوْرًا، وَ ذَنْبِيْ فِيْهِ مَغْفُوْرًا، وَ عَمَلِيْ فِيْهِ مَقْبُوْلاً، وَ عَيْبِيْ فِيْهِ مَسْتُوْرًا، يَا أَسْمَعَ السَّامِعِيْنَ

Yaa اَللّهُ , jadikanlah aku orang yang bersyukur di bulan ini, yang dosanya diampuni, yang amalannya diterima dan kejelekannya ditutupi, wahai Dzat Yang Lebih Mendengar dari setiap yang mendengar.       

آمِــــــــيْنَ يَارَبَّ الْعَالَمِينَ

Ăaмiίη Yάάrobbάl'άllάмίη


⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴ -̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴ 


Doa Hari Ke 27 Ramadhan

بسم الله الرحمن الرحيم

اللهم صل على محمد و آل محمد


اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ فَضْلَ لَيْلَةِ الْقَدْرِ، وَ صَيِّرْ أُمُوْرِيْ فِيْهِ مِنَ الْعُسْرِ إِلَى الْيُسْرِ، وَ اقْبَلْ مَعَاذِيْرِيْ، وَ حُطَّ عَنِّي الذَّنْبَ وَ الْوِزْرَ، يَا رَؤُوْفًا بِعِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ

Yaa اَللّهُ , anugerahkanlah kepadaku di bulan ini keutamaan Lailatul Qadr, jadikanlah urusanku yang sulit menjadi mudah, terimalah ketidakmampuanku, dan hapuskanlah dosa dan kesalahanku, wahai Yang Maha Kasih kepada hamba-hamba-Nya

آمِــــــــيْنَ يَارَبَّ الْعَالَمِينَ

Ăaмiίη Yάάrobbάl'άllάмίη


⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴ -̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴ 

 Doa Hari ke-28 Ramadhan:


اَللَّـهُمَّ وَفِّرْ حَظِّي فِيْهِ مِنَ النَّوَافِلِ، وَاَكْرِمْنِي فِيْهِ بِإِحْضَارِ الْمَسَائِلِ، وَقَرِّبْ فِيْهِ وَسِيْلَتِى اِلَيْكَ مِنْ بَيْنِ الْوَسَائِلِ، يَا مَنْ لاَ يَشْغَلُهُ اِلْحَـاحُ الْمُلِحِّيْنَ .

Yaa اَللّهُ , sempurnakanlah bagiku di bulan ini ibadah-ibadah sunnah. Muliakanlah daku di bulan ini dengan memahami berbagai masalah (yang kuhadapi). Dekatkanlah wasilahku kepada-Mu di antara semua wasilah, wahai Yang Tidak Tersibukkan oleh permintaan orang-orang yang meminta.

آمِــــــــيْنَ يَارَبَّ الْعَالَمِينَ

Ăaмiίη Yάάrobbάl'άllάмίη


⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴ -̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴ 


 Doa Hari Ke 29 Ramadhan


اَللَّهُمَّ غَشِّنِيْ فِيْهِ بِالرَّحْمَةِ، وَ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ التَّوْفِيْقَ وَ الْعِصْمَةَ، وَ طَهِّرْ قَلْبِيْ مِنْ غَيَاهِبِ التُّهَمَةِ، يَا رَحِيْمًا بِعِبَادِهِ الْمُؤْمِنِيْنَ

Yaa اَللّهُ , limpahkanlah rahmat-Mu atasku, anugerahkanlah kepadaku di bulan ini taufik dan penjagaan, dan bersihkan hatiku di bulan ini dari mencela, wahai Dzat yang Maha Pengasih atas hamba-hamba-Nya yang mukmin.

           

آمِــــــــيْنَ يَارَبَّ الْعَالَمِينَ

Ăaмiίη Yάάrobbάl'άllάмίη 



⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴ -̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ⌣·̵̭̌·̵✽̤̥̈̊✽̶♈̷̴ 


www.berdoalah.com

berdoalah-berdoalah-berdoalah